Sebatang Kara dan Lumpuh, Lansia 72 Tahun di PALI Sering Menahan Lapar Berhari-hari

Sebatang Kara dan Lumpuh, Lansia 72 Tahun di PALI Sering Menahan Lapar Berhari-hari

PALI, - Bapak Ahmad Sungguh memprihatinkan nasib yang menimpa Bapak Ahmad, seorang lansia berusia 72 tahun warga Desa Persiapan Raman Mulia, Kampung 2, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Di usia senjanya, ia harus berjuang bertahan hidup sendirian dalam kondisi lumpuh dan kelaparan.
Pria yang diketahui berasal dari Desa Betung dan beristrikan warga Prambatan, Raman Mulia ini, kini hidup sebatang kara setelah sang istri meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.
Akibat kondisi kakinya yang mengalami kelumpuhan total, Bapak Ahmad tidak mampu lagi beraktivitas normal. Untuk berpindah tempat pun, ia terpaksa harus mengesot. Ironisnya, keterbatasan fisik ini membuat beliau sering kali harus menahan lapar karena tidak ada keluarga yang mengurus.
"Makan pun sering berlalu, terkadang dalam sehari dua hari tidak makan. Hanya bisa tinggal menunggu adanya uluran tangan dari orang-orang yang peduli untuk membantu, baru beliau bisa makan," ungkap salah seorang warga yang prihatin dengan kondisi tersebut.
Mendapati laporan kemanusiaan ini, tim media online langsung melakukan konfirmasi dan melaporkan situasi darurat tersebut kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten PALI.
Merespons laporan tersebut, pihak Dinas Sosial PALI melalui perwakilannya, Padli, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga dan media ini.
"Kami laporkan dulu ke tim, agar yang turun nanti lengkap sesuai kebutuhan," ujar Padli saat dikonfirmasi oleh awak media.
Pihak Dinsos juga sempat memastikan detail kondisi fisik korban. "Kakinya lumpuh ya? Jalan mengesot?" tanyanya untuk memetakan jenis bantuan yang akan dibawa.
Pemerintah Kabupaten PALI melalui tim teknis yang berwenang dijadwalkan akan turun langsung ke lokasi dalam waktu 2 hingga 3 hari ke depan untuk melihat langsung keberadaan Bapak Ahmad dan menyalurkan bantuan yang diperlukan.
Kondisi Bapak Ahmad saat ini membutuhkan penanganan yang cepat dan komprehensif. Diharapkan tidak hanya bantuan pangan sementara (sembako) yang diberikan, namun juga kepastian jaminan sosial kesehatan, alat bantu berjalan, serta pemenuhan kebutuhan hidup layak jangka panjang bagi lansia telantar.
Rekan-rekan media bersama warga setempat berkomitmen akan terus mengawal janji pemerintah daerah hingga Bapak Ahmad mendapatkan penanganan medis dan sosial yang layak. (Red)